Area Ginapodia... Jika dilihat dr susunan kata-katanya, maka area merupakan sebuah tempat, gina artinya perempuan, dan podia berasal dari bahasa Latin yakni podos yang artinya kaki,,so, dapat disimpulkan bahwa bLog ini merupakan tempat jejak kaki saya selaku seorang perempuan dalam menapaki kehidupan...

Drosophila melanogaster

03.38 Edit This 0 Comments »
Now Drosophila melanogaster
Sore ini kedatangan tamu seekor lalat buah :D, lalu saya teringat dengan pertistiwa 1 tahun silam saat saya berjuang mati-matian mengembangbiakkan mereka.



Sebenarnya itu adalah tugas mata kuliah Genetika :D saat saya masih semester 6.

OK, tahapan yang harus kalian lakukan saat berniat memelihara Dodo (panggilan manja Drosophila :P) yaitu:

1. Kumpulkan semua dodo yang kalian temukan. Tips: Datangilah tukang buah atau stand by di tempat sampahnya :( karena dodo selalu beranak pinak di sana.

2. Siapkan media tumbuh untuk si dodo, saat itu bahan-bahan yang dipakai salah satunya pisang. Dengan teknik2 tertentu, akhirnya medium dimasukkan ke dalam tabung, biarkan mengendap.

3. Lalu, sebanyak 10 ekor betina dan 10 ekor jantan dimasukkan ke dalam tabung lalu ditutup gabus. Tentunya, dodo2 tersebut dipingsangkan terlebih dahulu menggunakan eter.





4. Selanjutnya biarkan dodo-dodo tersebut kawin dan menghasilkan keturunan. Biasanya pada hari ke 2 sudah mulai terlihat telur-telur hasil perkawinan mereka :D

OK, check this out!

Telur


Telur dodo bentuknya oval, berwarna putih, dan dibagian ujung anteriornya terd apat antena.


Larva Instar I

Pada hari ke-3 atau 24 jam setelah munculnya telur, telur-telur tersebut berkembang menjadi larva instar I.



Larva instar I berwarna transparan dengan bentuk oval dan panjang mencapai 1 mm


Larva Instar II

Perkembangan dari larva instar I menjadi larva instar II biasanya membutuhkan waktu 24 jam.



Panjang larva instar II mencapai 5 mm dan sudah mulai melakukan pergerakan (motil)


Larva Instar III




Ukuran larva instar III ada yang mencapai 1 cm. Bagian mulut yang berwarna hitam di ujung anterior sudah terlihat jelas. selain itu, larva ini sudah menghasilkan lendir di sekeliling tubuhnya.

Prepupa




Pupa




Imago


Taraaaaa... ini yang ditunggu-tunggu!




Sekarang, mari kita identifikasi!





OK, mana yang jantan dan mana yang betina?

lalat jantan pada umumnya berukuran lebih kecil daripada betina. Tiga segmen abdomennya berwarna hitam. Selain itu, bagian tarsus I pada kaki lalat jantan juga ditemukan sisir kelamin (sex comb).

Jadi, lalat mana yang berkelamin jantan?


Hasil pengamatan sex comb lalat jantan disajikan pada gambar di bawah ini. Check this out!




Jumlah sex com menentukan species dari lalat buah yang diidentifikasi. Pada lalat buah tersebut, sex comb nya berjumlah 8 sehingga lalat tersebut termasuk species Drosophila melanogaster.


That's All for Today.. See youuuu ♥('⌣'◦)

Miss M and Miss O

06.35 Edit This 0 Comments »
Setelah sekian lama vakum dari dunia blog, dan hanya berkutat di dunia daily diary, sekarang mulai ada hasrat2 buat ngeblog lagi (´⌣`ʃƪ)


Hari ini Miss M dateng..benar-benar tak terduga karena jadwalnya memang tidak pernah PAS tiap bulan. Buat cewe2 yang masih perawan ting ting alias belum menikah, hal tersebut masih sangat wajar. Tapi, taukah kamu siapa itu Miss M? biasanya kalo Miss M dateng, cewe2 suka kayak gini

Yup, M for Menstruation!

Tahap awalnya dari sini





Can you see that??

Yang warna kuning itu adalah ovum! (kayak pil minyak ikan yang suka dikasih dari ibu2 puskesmas, haha).

Yup, it's your gamete cell, girls!. Gambar tersebut menunjukkan proses ovulasi, yakni proses pengeluaran ovum dari ovarium. Nah, ovariumnya itu dibawah jaringan
yang berwarna merah (label ovary in the picture).


ovum nya nanti akan digelindingkan oleh silia2
yang ada di tuba fallopi,yaitu terowongan penghubung antara ovarium dengan rahim (uterus) . Check this pict:




Nah nah.. saat-saat pematangan ovum (sebelum ovum keluar), dinding rahim perempuan yakni lapisan endometrium mengalami penebalan. Tadinya c dipersiapkan untuk sang zigot agar bisa nempel di situ, kemudian membelah-belah, dan akhirnya tumbuh dan berkembang jadi bayi.

Tapi,
kalo sang ovum yang udah keluar tadi ga ketemu sang sperma (karena tidak ada yang menyumbangkannya- bagi gadis :P), maka pembuluh darah di endometrium bakal menciut, terus -> sel-sel di lapisan endometriumnya mati, terus -> lapisan tersebut akan diluluhkan bersama dengan darah, cairan jaringan, lendir, prostaglandin, dan suatu enzim fibrinolysin.


Apa itu fibrinolysin?
Fibrinolysin itu suatu enzim yang berasal dari jaringan endometrium. Enzim ini akan melarutkan bekuan darah.

so that's why darah yang keluar saat mens itu cair!

kecuali

saat pendarahan banyak, jumlah fibrinolysin yang ada tidak cukup untuk melarutkan bekuan darah, sehingga darah yang keluar itu berbentuk gumpalan.


Thats All for Today, See You (♥_♥)








23.15 Edit This 0 Comments »
ENDONUKLEASE RESTRIKSI

by Desti Herawati, 17 Mei 2010

Enzim restriksi merupakan enzim yang memotong molekul DNA. Karena enzim ini memotong di bagian dalam molekul DNA, maka enzim ini juga dinamakan endonuklease restriksi. Enzim ini memotong (menghidrolisis) DNA pada rangka gula-fosfat tepatnya pada ikatan fosfodiester. Enzim restriksi akan mengenali dan memotong DNA hanya pada urutan nukleotida tertentu, biasanya sepanjang 4 hingga 6 pasang basa.
Enzim restriksi ditemukan pada bakteri. Strain bakteri yang berbeda akan menghasilkan enzim restriksi yang berbeda pula, sehingga penamaan enzim restriksi pun diambil dari strain bakteri dimana enzim tersebut diisolasi. Huruf pertama berasal dari nama genus, dua huruf selanjutnya berasal dari nama species bakteri tersebut, kemudian huruf berikutnya yang selalu ditulis dalam huruf kapital merupakan kode untuk strain dan urutan penemuan, sebagai contoh:
  • BamHI - berasal dari Bacillus amyloliquefaciens
  • HindIII - berasal dari Haemophilus influenza
  • PstI - berasal dari Providencia stuartii
  • Sau3AI - berasal dari Staphylococcus aureus
  • AvaI - berasal dari Anabaena variabilis
  • EcoRI - berasal dari Escherichia coli, dengan R yakni RY13 (strain) dan I (urutan penemuan)

Enzim restriksi memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:
a. Enzim restriksi mengenali urutan nukleotida spesifik

b. Enzim restriksi memotong ikatan fosfodiester diantara basa spesifik, satu di setiap helai DNA.
Hasil dari masing-masing reaksi tersebut yakni dua buah fragmen DNA untai ganda.

c. Enzim restriksi tidak membeda-bedakan antara DNA yang berasal dari organisme yang berbeda.
Sebagian besar enzim restriksi akan memotong DNA yang mengandung urutan pengenalan mereka, tidak mempermasalahkan sumber DNA tersebut.

d. Enzim restriksi merupakan bagian alami dari sistem pertahanan bakteri.



20.52 Edit This 0 Comments »
Thanks guys..You have cooperated to arrange the material of respiratory system...
really miss 6th group of animal embriology!
Della Redilla

Hilda Sri I.



Oktasari P.



Cucu Nurmalasari



Ridwan Maulana Y.



Zea Zetina





















































SISTEM RESPIRASI

21.29 Edit This 0 Comments »
Standar Kompetensi :
Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas.

Kompetensi Dasar :
Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan (misalnya burung).

Pengertian Respirasi
Respirasi atau pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida untuk menghasilkan energi yang akan digunakan untuk berbagai aktivitas hidup. Pernapasan pada manusia, seperti halnya pada Mammalia lain, dilakukan secara tidak langsung dan bertahap. Pernapasan tidak langsung artinya udara pernapasan tersebut tidak langsung berdifusi ke permukaan kulit tetapi berdifusi melalui paru di dalam tubuh. Adapun pernapasan bertahap artinya terjadi dua kali pertukaran antara O2 dan CO2. Pertukaran pertama dinamakan respirasi luar karena terjadi difusi gas dari luar menuju aliran darah, sedangkan pertukaran kedua dinamakan respirasi dalam karena terjadi pertukaran gas antara aliran darah dan sel-sel tubuh.

Pada saat respirasi luar, terjadi pengikatan O2 oleh hemoglobin (Hb) dan pelepasan CO2 oleh paru. Adapun pada pernapasan dalam terjadi pelepasan O2 dari Hb yang kemudian masuk menuju cairan tubuh atau sel-sel tubuh dan CO2 masuk ke dalam darah. Kedua proses tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
Pernapasan luar : Hb + O2 HbO2 (Oksihemoglobin)
Pernapasan dalam : HbO2 Hb + O2

Pada pernapasan tingkat seluler berlangsung di dalam mitokondria. Sari-sari makanan disekeliling sel akan diuraikan untuk menghasilkan energi bebas. Energi ini akan digunakan utnuk mengubah adenosin difosfat (ADP) menjadi adenosin trifosfat (ATP) dengan mengikat satu fosfat. Sistem pernapasan manusia disusun oleh alat-alat pernapasan dan mekanisme pernapasan.




Sistem Respirasi Porifera

21.26 Edit This 0 Comments »

Hewan fillum Porifera atau kelompok hewan berpori tubuhnya tersusun atas banyak sel dan memilki jaringan yang sangat sederhana. Hewan ini banyak ditemukan di pantai atau laut. Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus.Alat respirasinya masih sangat sederhana.Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori-pori tubuhnya.Selanjutnya oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel-sel permukaan tubuhnya, yaitu sel koanosit secara difusi.

Di dalam mitokondria pada sel koanosit,oksigen digunakan untuk mengurai molekul organic menjadi molekul anorganik yang disertai pelepasan karbondioksida. Selanjutnya molekul-molekul karbondioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan arah menuju membram sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam spongosol digerakkan oleh flagellum sel koanosit dan mengalir keluar melalui oskulum.

Sistem Respirasi Coelenterata

20.53 Edit This 0 Comments »
Coelenterata tersusun dari dari dua lapisan sel, yaitu lapisan luar berasal dari ectoderm dan lapisan dalam berasal dari endoderm. Lapisan sel yang berasal dari ectoderm disebut epidermis dan lapisan yang berasal dari endoderm disebut gastrodermis. Pertukaran gas terjadi secara difusi pada sel di luar permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air. Untuk respirasi, coelenterata mempunyai alat bantu berupa lekukan jaringan yang terdapat pada gastrodermis, disebut sifonoglia.

Sistem Respirasi Cacing

20.38 Edit This 0 Comments »
Cacing belum memiliki alat respirasi khusus. Oksigen berdifusi ke dalam kapiler darah yang terdapat pada kulit melalui permukaan kulit yang lembab. Oksigen akan diikat oleh hemoglobin yang terkandung dalam darah cacing untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Gas hasil respirasi yaitu karbondioksida dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulitnya. Karena respirasi cacing dilakukan melalui permukaan tubuhnya (integument), maka respirasi cacing disebut respirasi integumenter.
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup". Pertukaran gas-gas pada cacing lebih mudah terjadi pada kulit yang lembab, sehingga cacing hidup di tempat yang lembab. Habitat yang lembab akan menjaga permukaan di tubuhnya tetap basah (lembab). Sebanyak 85 % dari berat tubuh cacing tanah berupa air, sehingga sangatlah penting untuk menjaga media pemeliharaan tetap lembab (kelembaban 15 - 30 %). Tubuh cacing mempunyai mekanisme untuk menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan kelembaban di permukan tubuh dan mencegah kehilangan air yang berlebihan. cacing yang terdehidrasi akan kehilangan sebagian besar berat tubuhnya dan tetap hidup walaupun kehilangan 70 - 75 % kandungan air tubuh. Kekeringan yang berkepanjangan memaksa cacing tanah untuk bermigrasi ke media yang lebih cocok.

Sistem Respirasi Serangga

20.11 Edit This 0 Comments »
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel mempunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.


Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata.
Sistem pernafasan pada serangga mengenal dua sistem, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Digunakan alat/organ yang disebut spirakulum (spiracle), juga tabung-tabung trakhea dan trakheola. Tekanan total dari udara sebenarnya merupakan jumlah tekanan gas N2, O2, CO2 dan gas-gas lain. O2 sendiri masuk ke dalam jaringan dengan satu proses tunggal: adanya tekanan udara dalam jaringan. Tekanan O2 dengan demikian harus lebih besar daripada tekanan udara dalam jaringan, sebaliknya tekanan CO2 dalam jaringan harus lebih besar dibanding yang ada di udara.(lihat gambar sel respirasi). Laju diffusi diukur dengan rumus 1/d (sebagai suatu peristiwa diffusi pasif).

Pada umumnya serangga akuatik kecil luas permukaan tubuhnya lebih besar daripada volumenya, sehingga diffusi O2 dapat berjalan dengan baik berhubung luas permukaan yang cukup untuk akomodasi aliran O2 dari luar tubuh. Sebaliknya pada serangga yang ukurannya lebih besar, harus dibantu dengan menggunakan kantung udara (air-sacs), yang mengumpulkan udara dengan mekanisme kontraksi, yang harus didukung oleh suatu sistem pemanfaatan energi. Contohnya pada beberapa jenis belalang yang mampu hidup di dalam air.
Sistem respirasi terbuka banyak digunakan oleh serangga-serangga darat dan beberapa jenis serangga air, sedang sistem tertutup digunakan oleh serangga air, yang tidak menggunakan spirakulum, antara lain untuk mencegah supaya jangan terjadi evapotranspirasi.

Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut
Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya CO2 keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea.
Sistem trakea berfungsi mengangkut O2 dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan.

Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara. Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan.
Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.

Pada kepik air (Belastomatidae) digunakan "insang fisis" atau physical gill digunakan untuk mengumpulkan gelembung, dan jaringan mengambil O2 dari dalam gelembung-gelembung udara yang disimpan. Jika tekanan parsial O2 menurun,tekanan udara di dalam air menjadi lebih besar, akan ada gerakan udara dari dalam air ke dalam tubuh serangga, sehingga terkumpullah gelembung-gelembung udara. Apabila di dalam gelembung udara yang disaring tersebut sudah terkan¬dung terlalu banyak N2, maka serangga akan muncul ke permukaan dan membuka mulut.

Sebaliknya terdapat juga serangga yang mampu tinggal lama di dalam air dengan bantuan suatu organ yang disebut plastron, suatu filamen udara. Dengan alat ini maka CO2 yang terbentuk dibuang, dan O2 yang terlarut diambil langsung (bukan dalam ujud gelembung udara). Bangunan ini sering juga disebut sebagai insang fisis khusus (special physical gill). Karenanya serangga mampu bertahan di dalam air dalam jangka waktu yang lebih lama. Serangga air juga ada yang memanfaatkan insang trakheal (tracheal gill), yang merupakan insang biologis, berfungsi karena gerak biologis.